Bagi banyak dari kita, pandemi telah meningkatkan kecemasan, stres, dan masalah kesehatan mental lainnya. Jaga dirimu dan orang-orang di sekitarmu.

Di antara berbagai dampak kesehatan COVID-19 yang berat, kehilangan orang terkasih, pembatasan kegiatan, serta hilangnya mata pencaharian dan jaringan dukungan telah memicu masalah kesehatan mental yang bisa terasa sulit dihadapi.
Entah itu rasa takut, cemas, dan bingung soal keselamatan kita dan orang-orang terkasih, atau trauma yang lebih berat seperti duka, depresi, atau terpicunya kecanduan dan perilaku tidak sehat, membicarakan perasaan kita dengan orang yang dipercaya bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menghadapinya.
Membicarakan emosi atau perasaan negatif bisa membantu kita mengenalinya dan membuat kita merasa tidak sendirian. Kadang, memulai percakapan justru bagian yang paling sulit.
Hari ini, kamu bisa mendukung teman dengan bertanya, “sebenarnya, apa kabar?”
Pertanyaan sederhana itu bisa membantu teman dan keluarga kita terbuka tentang perasaan mereka.
Kalau kamu ingin membicarakan perasaanmu dengan orang yang dipercaya, berikut beberapa cara untuk memulai percakapan:
- Ada beberapa hal yang sedang kupikirkan. Kamu punya waktu untuk ngobrol?
- Belakangan ini aku merasa agak sedih.
- Beberapa hari ini terasa berat. Boleh aku cerita?
Kamu bisa menemukan informasi (terbuka di tab baru) dan sumber daya (terbuka di tab baru) tentang cara menjaga kesehatan mental di situs web Organisasi Kesehatan Dunia (terbuka di tab baru). Kalau ada anak-anak atau remaja di sekitarmu, kamu bisa menggunakan sumber daya bermanfaat ini (terbuka di tab baru) dari UNICEF dan menunjukkan video ini (terbuka di tab baru) tentang cara generasi muda menjaga diri dan saling mendukung.
Kadang, kita semua butuh seseorang untuk diajak bicara.