
“Kita punya peluang untuk mengakhiri kematian dan kehancuran akibat COVID-19. Kenapa kita nggak melakukannya?”
DR MARIA VAN KERKHOVE, PIMPINAN TEKNIS COVID-19 WHO
Kata Sekretaris Jenderal PBB: wujudkan pemerataan vaksin.
“Orang-orang meninggal di berbagai negara karena mereka nggak punya akses ke vaksin COVID-19,” kata Dr Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis COVID-19 WHO, kepada Verified.
Bagikan pesan ini kepada para pengikutmu di media sosial.
Dunia punya cara untuk mencegah orang meninggal akibat virus corona. Kita punya vaksin, pengobatan, dan tes. Tapi, semua itu belum dibagikan secara merata.
Vaksinasi COVID-19 telah mencegah jutaan kematian, tapi hanya di negara-negara yang punya akses. Di negara-negara yang mampu membeli vaksin, jumlah rawat inap dan kematian akibat COVID-19 turun drastis.
Beberapa negara sudah memvaksinasi sebagian besar warganya, seperti Uni Emirat Arab, Portugal, dan Singapura. Sementara itu, negara seperti Haiti, Republik Demokratik Kongo, dan Yaman baru bisa memvaksinasi kurang dari 1% warganya.
Dari miliaran dosis yang dijanjikan negara-negara terkaya di dunia kepada COVAX, baru sebagian kecil yang dikirim. Sementara itu, negara-negara kaya yang sama telah memonopoli pasokan vaksin lewat kesepakatan bilateral dengan perusahaan farmasi.
Di tengah ketimpangan besar ini, beberapa negara kini memberikan dosis ketiga atau booster kepada warganya, sementara ratusan juta orang di seluruh dunia bahkan belum mendapat suntikan pertama.
Bertahun-tahun dari sekarang, saat dunia melihat kembali pandemi ini, bisakah kita mengatakan bahwa vaksin menyelamatkan nyawa di mana-mana, atau hanya di negara-negara yang punya kekuatan finansial?
Kita harus mengakhiri pandemi ini sebagai satu planet, bukan sebagai negara-negara yang bergerak sendiri-sendiri.