“Peluncuran vaksin COVID-19 membawa harapan.”
António Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
Di beberapa negara yang menyediakan vaksin COVID-19 secara luas, angka vaksinasi mulai melambat. Ini karena sebagian orang tidak menerima vaksin saat ditawarkan kepada mereka.
Kenapa ini penting?
Semakin banyak orang di seluruh dunia yang menerima vaksin, semakin besar peluang kita untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dan mengakhiri pandemi.
Hari ini kami berbagi tiga alasan utama kenapa kita semua sebaiknya menerima vaksin saat ditawarkan:
1. Kamu akan melindungi orang-orang yang kamu sayangi
Vaksinasi nggak hanya melindungi kita, tapi juga orang-orang di sekitar kita. COVID-19 sangat mudah menular, artinya virus ini mudah berpindah dari satu orang ke orang lain. Orang yang sudah mendapat vaksinasi lengkap lebih kecil kemungkinannya membawa virus dan menularkannya. Artinya, risiko kita menulari orang-orang di sekitar juga lebih kecil.
2. Kamu akan membantu mengakhiri pandemi
Semakin banyak dari kita yang mendapat vaksinasi, semakin sulit COVID-19 menyebar. Ini mengurangi jumlah infeksi baru dan memperkecil peluang virus bermutasi dan menciptakan varian baru.
3. Vaksin COVID-19 yang disetujui aman
Sebelum disetujui, vaksin baru melewati empat tahap pengujian, mulai dari uji praklinis hingga uji klinis pada manusia. Di setiap tahap, para ilmuwan mengukur efektivitas dan keamanannya. Kalau vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, uji coba dihentikan. Vaksin COVID-19 yang lolos pengujian ini kemudian dinilai oleh badan pengawas internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kesehatan nasional sebelum disetujui untuk digunakan masyarakat. Semua vaksin COVID-19 yang disetujui terbukti aman dan efektif.
Sebelum menerima vaksinasi keduanya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengatakan bahwa “peluncuran vaksin COVID-19 membawa harapan,” dan mengajak seluruh dunia untuk bekerja sama dalam vaksinasi sebagai langkah penting untuk mengakhiri pandemi.
Kamu bisa membaca lebih lanjut tentang vaksin COVID-19 di situs WHO (terbuka di tab baru).