Kamu sedang menjelajahi pustaka Verified tentang kesehatan, misinformasi, dan solidaritas global. Lihat karya Verified tentang iklim →

Emisi karbon dan COVID-19

Bisakah kita menjadikan contoh ini sebagai pijakan untuk mengurangi emisi secara berkelanjutan dalam jangka panjang?

Solidaritas Global

Tahun lalu, emisi karbon turun paling besar sejak Perang Dunia II, setelah naik selama beberapa dekade. Sebagian besar penurunan ini bisa dikaitkan dengan perubahan drastis dalam perilaku kita selama krisis COVID-19.

Pertanyaannya sekarang, bisakah kita menjadikan contoh ini sebagai pijakan untuk mengurangi emisi secara berkelanjutan dalam jangka panjang?

Riset menunjukkan bahwa sebagian besar pengurangan emisi terjadi pada paruh pertama 2020. Namun, angkanya mulai naik lagi menjelang akhir tahun.

Banyak orang memperkirakan tingkat emisi akan naik lagi dan kembali ke tingkat sebelum pandemi setelah semua pembatasan dicabut.

Pada Desember 2020, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres meminta semua pemimpin dunia untuk menetapkan status darurat iklim (terbuka di tab baru) di negara masing-masing sampai tercapai netralitas karbon. Untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan perencanaan dan investasi besar dalam energi berkelanjutan.

Setelah pandemi COVID-19, miliaran akan diinvestasikan untuk membangun kembali masa depan kita. Kita bisa membangun masa depan yang lebih baik (terbuka di tab baru) jika kita memprioritaskan energi terbarukan dan alam dalam proses pemulihan.

Putuskan #ItsPossible.